HukumMakassarPendidikan

Tripika Kelurahan Mario Goes to School Sasar Generasi Muda SMA Nasional

metromakassar.com Mario – Dalam upaya menanamkan kedisiplinan dan kesadaran berlalu lintas sejak dini, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) Mariso Kelurahan Mario menggelar kegiatan Tripika Goes to School.

Kelurahan Mario Menggagas Tripika Goes to School

Kegiatan ini menyasar para pelajar di SMA Nasional, Jalan Dr. Ratulangi, Kelurahan Mario, Kecamatan Mariso, Kota Makassar, pada Jumat pagi, 25 September 2026.

Gagasan ini bukan tanpa alasan menurut Lurah Kelurahan Mario, Ronny Catur Prabowo, S.S.T.P. ini adalah salah satu inovasi untuk memberi edukasi kepada kelompok pelajar SMP/SMA untuk mengurangi tawuran, baik di sekolah maupun di tempat siswa tinggal mereka.

Acara yang dimulai pukul 08.00 WITA di aula sekolah ini dihadiri oleh ratusan siswa-siswi serta jajaran pemangku kebijakan setempat. Kehadiran aparat gabungan ini menjadi wujud sinergitas pemerintah kecamatan, kepolisian, dan kewilayahan dalam mengayomi masyarakat, khususnya generasi muda.

Sinergitas Tiga Pilar dan Tokoh Pendidikan

Kegiatan ini dihadiri oleh unsur pimpinan wilayah dan keamanan, di antaranya Camat Mariso, Andi Syahrir Mappatoba, S.E.; Kapolsek Mariso, Kompol Mahrus Ibrahim, S.Sos., S.H.; serta Lurah Mario, Ronny Catur Prabowo, S.S.T.P.

urut hadir pula mewakili unsur kewilayahan militer dan kepolisian tingkat desa/kelurahan, yakni Babinsa Kelurahan Mario, Sertu Kamaruddin, dan Bhabinkamtibmas, Aiptu Lukman. Pihak sekolah juga mendukung penuh kegiatan ini dengan kehadiran Hj. Rini selaku Ketua Yayasan SMA Nasional beserta dewan guru.

Prioritas Keselamatan di Atas Segalanya

Dalam sambutannya, Kapolsek Mariso, Kompol Mahrus Ibrahim, S.Sos, M.H, menyampaikan materi yang krusial mengenai keselamatan berkendara. Ia menekankan bahwa risiko kecelakaan lalu lintas adalah pelanggaran paling fatal yang harus dihindari oleh para pelajar.

“Pelanggaran yang paling berpotensi menyebabkan kecelakaan adalah kelalaian dalam berkendara. Jika terjadi kecelakaan, pasti ada unsur pelanggaran di dalamnya. Sedangkan untuk kelengkapan administrasi seperti STNK yang tertinggal, biasanya petugas hanya memberikan teguran. Namun, keselamatan nyawa adalah prioritas utama,” tegas Kompol Mahrus di hadapan para siswa.

Kapolsek juga menguraikan beberapa poin krusial yang sering menjadi penyebab kecelakaan dan tilang, seperti kecepatan berlebih dan berkendara di bawah pengaruh alkohol. Ia memberikan pemahaman bahwa penegakan hukum dilakukan demi ketertiban, bukan untuk menyusahkan.

“Ada beberapa hal yang menjadi atensi utama, pertama adalah faktor kecepatan yang sangat berpotensi memicu kecelakaan. Kedua, dan ini sangat berbahaya, adalah mengendarai kendaraan dalam keadaan dipengaruhi alkohol,” ulasnya.

Menutup paparannya, Kapolsek memberikan penegasan mengenai sanksi tilang yang sering disalahpahami oleh masyarakat.

“Jika ada yang terkena tilang dengan nilai denda mencapai satu juta rupiah, ketahuilah bahwa itu bukan keinginan pribadi Polisi. Itu adalah amanat aturan undang-undang yang harus kita patuhi bersama demi keselamatan bersama,” pungkas Kapolsek.

Kegiatan edukasi ini berlangsung tertib dan lancar, serta resmi ditutup pada pukul 09.30 WITA, dengan harapan para siswa SMA Nasional dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungan mereka.