Andi Alfian Mallarangeng Rekrut Appi ke Partai Demokrat; Ini Jawaban Wali Kota Makassar



Dipinang Langsung oleh Andi Alfian Mallarangeng, Appi Beri Respons Elegan soal Tawaran Partai Demokrat
MAKASSAR — Dinamika politik di Sulawesi Selatan kembali memanas. Orang dekat Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Andi Alfian Mallarangeng, turun gunung langsung meminang Wali Kota Makassar, Munafri ‘Appi’ Arifuddin untuk bergabung dengan Partai Demokrat.
Dalam pertemuan di Novotel Makassar, Sabtu (3/10/2026), Ketua Dewan Pakar DPP Partai Demokrat ini secara khusus datang ke Sulsel untuk menjemput bola.
Menurut Alfian, figur Munafri Arifuddin sangat dibutuhkan untuk memperkuat mesin partai di wilayah tersebut, mengingat rekam jejak Appi yang telah sejalan dengan Demokrat sejak Pilwali Makassar 2018 hingga 2024.
“Sebagai senior di Partai Demokrat, saya terus memikirkan masa depan partai di Sulsel. Kami membutuhkan figur-figur muda seperti Bung Appi untuk membangun partai ke depan. Karena itu, saya mengajak beliau bergabung,” ujar mantan Menteri Pemuda dan Olahraga tersebut kepada wartawan.

Alfian menekankan bahwa kedekatan Appi dengan nilai-nilai Demokrat sudah teruji dalam berbagai momentum.
Menurutnya, bergabungnya Appi bukan sekadar menambah kuantitas kader, melainkan memperkuat fondasi perjuangan partai.
“Bung Appi tahu betul karakter, prinsip, dan nilai-nilai Partai Demokrat. Kita selalu bersama, bahkan saat kampanye. Jadi, saya rasa wattunnami (sudah sepantasnya) jika Bung Appi bergabung. Mudah-mudahan gayung bersambut,” tambahnya.
Respons Elegan dan Etika Politik
Mendapat pinangan dari tokoh sekelas Andi Alfian Mallarangeng, Munafri Arifuddin memberikan respons yang sangat positif dan apresiatif.
Namun, di balik senyum ramahnya, Appi tetap memegang teguh etika politik. Ia mengingatkan bahwa saat ini dirinya masih berstatus sebagai kader Partai Golkar.
“Tentu ini apresiasi setinggi-tingginya dan penghargaan sebesar-besarnya dari kami untuk Partai Demokrat. Melihat keseriusan beliau datang ke Makassar, ini hal serius yang harus kita respons,” kata Appi.
Wali Kota Makassar dua periode ini menegaskan bahwa posisinya saat ini bukan menolak, namun juga tidak bisa langsung mengiyakan. Ia memilih mengambil langkah hati-hati dengan mengedepankan etika berpolitik.

“Ada prosedur yang harus kami lewati. Sebagai kader dari salah satu partai politik, tentu kita mengutamakan etika politik.
Dalam proses ini, saya harus menyelesaikan satu persoalan secara internal terlebih dahulu, baru kemudian merespons apa yang disampaikan oleh Pak Andi Alfian,” tandasnya.
Respons diplomatis dari Wali Kota Makassar ini menyisakan ruang spekulasi di panggung politik Sulsel.
Apakah Appi akan bertahan di rumah kuning atau hijrah ke rumah biru, langkah selanjutnya sangat dinantikan, mengingat posisi tawar Appi yang kian menguat jelang momentum politik berikutnya. (*)

