Hari ke 11 Pencarian KMP Virgo 116 Belum di Temukan


metromakassar.com, Masalembo, Laut Jawa — Rabu, 23 September 2026 Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap korban kecelakaan laut KMP Virgo Transport 8 di perairan Masalembo, Laut Jawa, telah memasuki hari ke-11.
Hingga Rabu (23/9/2026), Tim SAR Gabungan mencatat sebanyak 116 korban masih dinyatakan hilang dari total 243 orang yang terdaftar dalam manifes kapal.
Update Jumlah Korban:
- Selamat: 108 orang
- Meninggal dunia: 18 orang
- Masih hilang: 117 orang
- Total: 243 orang
Fokus Operasi Hari Ini
Tim SAR Gabungan mengarahkan fokus utama operasi taktis pada sektor bawah air, khususnya pemetaan dan penyisiran langsung ke dalam bangkai kapal yang berada dalam posisi terbalik di kedalaman sekitar 29 hingga 30 meter.

Operasi Penyelaman Intensif:
Penyelam profesional dikerahkan untuk menembus bagian dalam badan kapal dengan metode sistematis:
- Pembukaan Akses Paksa: Petugas di lapangan mulai membuka akses evakuasi secara paksa dengan memecahkan kaca jendela kabin penumpang menggunakan peralatan khusus guna memastikan tidak ada korban yang terjebak di dalam ruangan.
- Penyisiran Kamar per Kamar: Tim penyelam melakukan penyisiran sistematis kamar demi kamar di area akomodasi penumpang. Setiap kabin diperiksa secara menyeluruh, termasuk ruang tidur, toilet, dan area penyimpanan bagasi.
- Teknik Pencarian Terstruktur:
- Penyelam bekerja berpasangan dengan sistem buddy check
- Setiap kamar ditandai setelah diperiksa untuk menghindari pengulangan
- Penggunaan tali pengaman sebagai panduan navigasi dalam kondisi visibility rendah
- Dokumentasi foto/video setiap kamar yang telah disisir
4. Area Prioritas: Fokus pencarian diprioritaskan pada:
- Kabin kelas ekonomi (kapasitas terbesar)
- Area lounge dan ruang makan
- Koridor utama dan tangga darurat
- Ruang mesin dan area kru
Tantangan Lapangan
Perwakilan Tim SAR Gabungan menjelaskan kondisi operasional yang dihadapi:
“Arus bawah laut di sekitar lokasi bangkai kapal sangat dinamis dan kerap berubah arah tanpa terprediksi. Hal ini memicu pengadukan sedimen dasar laut yang membuat air menjadi sangat keruh, sehingga jarak pandang (visibility) penyelam di kedalaman 30 meter seringkali mendekati nol. Meski akses kabin mulai berhasil kami buka secara manual, keselamatan penyelam dan efektivitas waktu selam tetap menjadi prioritas utama kami di lapangan.”
“Kami memahami kesabaran keluarga korban semakin menipis. Setiap kamar yang kami masuki, kami lakukan dengan penuh kehati-hatian dan penghormatan. Tim kami bekerja dengan prinsip ‘tidak ada satu pun kamar yang terlewat’ dalam setiap sesi penyelaman,” tambah perwakilan Tim SAR.
Protokol Keselamatan Penyelam:
- Maksimal waktu selam: 30-45 menit per sesi (tergantung kondisi)
- Rotasi tim setiap 2-3 jam untuk mencegah kelelahan
- Decompression stop wajib sebelum naik ke permukaan
- Tim medis siaga 24 jam di kapal induk
Operasi Penyisiran Permukaan:
Selain penyisiran bawah air, penyisiran visual di permukaan laut juga tetap diperluas oleh armada kapal SAR dan nelayan setempat guna mengantisipasi korban yang terbawa arus permukaan.
Keluarga korban diimbau untuk:
- Tetap memantau perkembangan resmi dari posko terpadu
- Tidak mempercayai informasi yang belum diverifikasi
- Bersabar menunggu proses identifikasi jenazah yang telah dievakuasi oleh Polri
- Melaporkan jika memiliki informasi tambahan tentang lokasi atau kondisi korban
Tim SAR Gabungan akan terus melakukan evaluasi harian terhadap strategi pencarian dan menyesuaikan taktik berdasarkan kondisi lapangan. Seluruh elemen SAR, termasuk TNI, Polri, Basarnas, dan relawan, berkomitmen penuh untuk menemukan seluruh korban yang masih hilang. (**)
