Ryan Adrianto: Jangan Sekadar Nama, KORMI Makassar Butuh Kerja Nyata



Evaluasi Total, KORMI Makassar Perketat Disiplin dan Kehadiran Pengurus
metromakassar.com, MAKASSAR – Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Makassar menggelar rapat koordinasi dan evaluasi kepengurusan yang berlangsung ketat, Selasa (30/9/2026).
Bertempat di Aula MULIA, Lantai 2, Sekretariat KORMI Makassar, Jalan Faisal II, Rappocini, pertemuan ini menjadi momentum penegasan kembali komitmen organisasi terhadap kedisiplinan internal.

Rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum KORMI Makassar, Andi Ryan Adrianto, ini dihadiri oleh jajaran inti seperti Sekretaris Umum Andi Caezar To Dampali, Bendahara Umum Hj. Amriana, Wakil Ketua I H. Yunus, Wakil Ketua III Muhammad Idris Leo, serta para Ketua Bidang dan Ketua Komisi.
Tegas Soal Kehadiran
Agenda utama dalam pertemuan ini adalah bedah struktur dan evaluasi kinerja. Andi Ryan Adrianto menyoroti fenomena “pengurus nominal“, di mana banyak nama tercantum dalam struktur organisasi namun absen dalam setiap pergerakan kegiatan.
Ryan memberikan ultimatum bahwa kepengurusan bukan sekadar gelar, melainkan tanggung jawab eksekusi.
“Kepengurusan ini harus dievaluasi secara total. Jangan hanya nama yang tertera dalam struktur, tetapi orangnya tidak pernah hadir.”

“Kita butuh progres nyata dalam setiap agenda bidang, baik yang sudah berjalan maupun perencanaan ke depan.”
“Semua ini terafiliasi langsung pada keaktifan dan kehadiran pengurus di lapangan,” tegas Ryan di hadapan para pengurus yang hadir.
Ryan menekankan bahwa output utama KORMI Makassar adalah “mengolahragakan masyarakat”.
Hal ini mencakup upaya masif mengajak masyarakat terlibat aktif dalam menjaga budaya dan tradisi olahraga khas Makassar.
Target ini, menurut Ryan, mustahil dicapai jika mesin penggerak organisasinya tidak disiplin.
Peta Jalan Oktober-November
Untuk menerjemahkan visi tersebut menjadi aksi, Ryan menginstruksikan percepatan penyusunan linimasa (timeline) kerja. Ia tidak mentolerir keterlambatan program, khususnya menjelang akhir tahun 2026.

“Saya perintahkan segera susun linimasa kerja. Bidang Organisasi, Bidang Anggaran, Bidang Perencanaan, hingga Bidang Festival harus segera masuk jadwal eksekusi. Tidak ada lagi alasan untuk menunda,” papar Ryan memberikan arahan.
Target utamanya adalah memastikan seluruh kegiatan bidang harus sudah beroperasi dan terlihat pada bulan Oktober dan November 2026. Ini menjadi indikator kunci keberhasilan evaluasi yang sedang dilakukan.
Penyusunan SOP sebagai Pondasi
Senada dengan Ketua Umum, Sekretaris Umum KORMI Makassar, Andi Caezar To Dampali, menyoroti aspek administratif sebagai tulang punggung kedisiplinan.
Caezar mendesak agar penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) segera dirampungkan dalam waktu dekat.
“SOP ini krusial. Ia berfungsi menjaga konsistensi kualitas kerja, memperjelas alur tanggung jawab, serta meminimalisir kesalahan dan inefisiensi birokrasi.
Tanpa SOP yang baku, penilaian terhadap kedisiplinan pengurus akan menjadi subjektif,” jelas Caezar.
Caezar menambahkan, rampungnya SOP akan menjadi landasan hukum internal bagi organisasi untuk memberikan sanksi atau penghargaan kepada pengurus berdasarkan kinerja yang terukur, bukan berdasarkan kedekatan personal.
Dengan adanya evaluasi ini, KORMI Makassar berharap dapat membersihkan struktur dari unsur-unsur pasif dan membentuk tim solid yang siap membawa olahraga masyarakat Makassar ke level yang lebih kompetitif dan berbudaya.(bly)
