Kebakaran Pasar Pa’baeng-baeng Makassar: 22 Lapak Hangus, Api Padam dalam Sejam


METROMAKASSAR.COM, Makassar – Musibah kebakaran melanda kawasan perdagangan sibuk di Kota Makassar, tepatnya di Pasar Pa’baeng-baeng, Jalan Sultan Alauddin, Kecamatan Tamalate, Rabu (2/9/2026) dini hari. Si jago merah menghanguskan puluhan lapak pedagang, mayoritas penjual kain dan kios kaki lima

Insiden bermula sekitar pukul 03.35 Wita, saat warga dan pedagang mulai beraktivitas. Mendapati adanya kobaran api, laporan langsung diteruskan kepada pihak pemadam kebakaran.
Tim Damkar Makassar bergerak cepat, tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP) hanya lima menit setelah menerima informasi.
Komandan Kompi 3 Damkar Makassar, Sudirman, mengungkapkan bahwa respons cepat timnya bertujuan untuk mencegah api merembet ke bangunan lain yang lebih besar.
“Kami terima informasi kebakaran pukul 03.35 Wita. Berkat sigapnya tim, kami tiba di lokasi sekitar 5 menit kemudian untuk melakukan penyekatan dan pemadaman,” ujar Sudirman kepada wartawan, Rabu (2/9/2026)
Mengerahkan 25 Armada
Untuk menjinakkan api yang melahap bangunan semi-permanen tersebut, pihak Damkar mengerahkan kekuatan penuh.
Total 25 armada diturunkan ke lapangan yang terdiri dari 24 unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit kendaraan rescue.

Operasi pemadaman dilakukan dengan penyemprotan air secara intensif ke titik-titik api. Berkat koordinasi yang baik dan akses air yang memadai, proses pemadaman berlangsung tanpa hambatan berarti.
“Pemadaman berjalan lancar, tidak ada kendala di lapangan. Kurang lebih satu jam setelah penyemprotan, api sudah bisa kita kuasai sepenuhnya,” tambahnya
Puluhan Lapak Hangus, Nihil Korban Jiwa
Meskipun api berhasil dipadamkan dengan cepat, kerugian materi cukup signifikan. Berdasarkan pendataan di lapangan, api berhasil melahap 12 los dan 10 kios kecil.
Sudirman merincikan bahwa mayoritas bangunan yang hangus merupakan tempat usaha pedagang kain dan kios semi-permanen milik pedagang kaki lima (PKL) yang berada di sekitar pasar.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwajib. Tim Damkar dan kepolisian setempat masih melakukan pendinginan (cooling down) dan pendataan kerugian untuk proses selanjutnya

