Keluhkan Antrean BBM Panjang, Wali Kota Makassar Turun Langsung ke SPBU Pettarani


MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin (Appi), terus mengintensifkan upayanya dalam mengurai antrean panjang kendaraan di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Langkah ini diambil agar kelangkaan dan antrean BBM tidak berlarut-larut serta tidak mengganggu mobilitas masyarakat maupun arus lalu lintas.
Setelah sebelumnya meninjau SPBU di Jalan Ratulangi dan berkantor di PT Pertamina Regional Sulawesi, Appi kembali turun ke lapangan pada Sabtu (12/9/2026).
Kali ini, ia meninjau langsung pelayanan BBM di SPBU Jalan A.P. Pettarani, didampingi oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, dan Executive General Manager PT Pertamina Regional Sulawesi, Deny Sukendar.
Mengevaluasi Teknis Pelayanan
Dalam peninjauan tersebut, Appi tidak hanya mengamati kepadatan antrean, tetapi juga mengevaluasi teknis pelayanan di dalam area SPBU.

Ia secara tegas meminta manajemen SPBU dan PT Pertamina Patra Niaga untuk tidak hanya berfokus pada jaminan ketersediaan stok, melainkan juga pada kecepatan pelayanan.
“Stok yang cukup saja tidak cukup. Pelayanan oleh petugas SPBU harus cepat. Semua nozzle harus difungsikan secara maksimal agar masyarakat tidak berlama-lama berada dalam antrean,” tegas Appi di sela-sela peninjauan.
Evaluasi Sistem dan Keluhan Masyarakat
Selain menginstruksikan optimalisasi fasilitas pengisian, Appi juga menyempatkan diri berdialog langsung dengan warga yang sedang mengantre.
Dalam kesempatan itu, sejumlah masyarakat menyampaikan keluhan terkait lambatnya proses transaksi, salah satunya akibat sistem barcode yang dinilai memakan waktu.
Merespons hal tersebut, Appi menyatakan bahwa aspirasi masyarakat akan menjadi catatan krusial dalam evaluasi sistem pelayanan.
“Kita dengarkan langsung keluhan masyarakat. Mereka ingin dilayani dengan cepat. Jadi, pihak SPBU tidak boleh hanya berdalih soal stok, tetapi harus memastikan sistem pelayanan di lapangan dibuat lebih efisien dan tertib,” ujarnya.
Aturan Baru untuk Kendaraan Besar
Sebagai langkah strategis untuk mengurangi tekanan lalu lintas, Appi mengusulkan pengaturan lalu lintas khusus di area SPBU. Ia mendorong agar kendaraan besar seperti bus dan truk diarahkan untuk mengisi BBM pada jam-jam sepi, yakni pukul 21.00 WITA hingga 05.00 WITA.
Kebijakan ini akan segera dimatangkan melalui koordinasi lintas sektor. Pemkot Makassar akan bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sulsel, Pertamina, TNI, dan Polri untuk menerbitkan surat edaran sebagai landasan hukum pengaturan di lapangan.
Kita akan koordinasikan dengan semua pihak. Bus dan truk akan kita arahkan pada jam tertentu, yaitu pukul 21.00 sampai 05.00 WITA. Dengan demikian, antrean pada siang hari bisa lebih terkendali dan tidak mengular hingga ke badan jalan,” jelas Appi.
Komitmen Aksi Nyata
Menutup kunjungannya, Wali Kota Makassar menekankan bahwa penanganan krisis antrean BBM ini tidak boleh berhenti pada tataran rapat atau koordinasi semata. Setiap kesepakatan harus segera diterjemahkan menjadi tindakan konkret yang dampaknya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Kita ingin ada langkah nyata. Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban akibat antrean panjang. Stok harus aman, pelayanan harus cepat, dan pengaturan di lapangan harus jelas,” pungkas Appi.
Pemkot Makassar memastikan akan terus memantau kondisi seluruh SPBU di kota daeng dan mengevaluasi setiap langkah penanganan hingga pelayanan BBM kembali berjalan normal, tertib, dan lancar. (*)
