Waspada Bercak Merah “Seperti Darah” di Bawah Kulit: Bukan Masalah Kosmetik, Kenali Tanda Bahayanya


METROMAKASSAR.COM, Makassar – Rabu, 4/9/2026 Munculnya bercak-bercak merah atau ungu kecil di permukaan kulit yang tidak memudar saat ditekan sering kali dianggap sepele oleh masyarakat. Namun, para ahli dermatologi dan penyakit dalam mengingatkan bahwa kondisi ini, yang secara medis dikenal sebagai petekie atau purpura, bisa menjadi indikator dari berbagai kondisi kesehatan, mulai dari efek alami penuaan hingga gangguan pembekuan darah yang serius.

Ahli spesialis kulit dan kelamin, menjelaskan bahwa perbedaan utama antara ruam alergi biasa dengan perdarahan di bawah kulit adalah respons terhadap tekanan.
“Jika Anda menekan bercak tersebut dengan jari atau gelas transparan dan warnanya tidak hilang atau tidak memucat, itu berarti ada perdarahan mikroskopis di bawah kulit. Ini berbeda dengan ruam gatal akibat alergi yang biasanya akan memudar saat ditekan,” ujar para ahli .
Penuaan dan Kerapuhan Pembuluh Darah
Salah satu penyebab paling umum, terutama pada kelompok usia lanjut, adalah Purpura Senilis. Seiring bertambahnya usia, kulit menipis, lapisan lemak pelindung berkurang, dan dinding pembuluh darah menjadi lebih rapuh akibat penurunan kolagen.
“Banyak pasien lansia yang khawatir ketika melihat lengan mereka tiba-tiba penuh bercak ungu setelah aktivitas ringan. Dalam banyak kasus, ini adalah bagian alami dari proses penuaan yang diperparah oleh paparan sinar matahari akumulatif selama bertahun-tahun. Meskipun terlihat mengkhawatirkan, kondisi ini umumnya tidak berbahaya jika tidak disertai gejala lain,” tambahnya

Kapan Harus Waspadai Kondisi Serius?
Meskipun sering kali benigna (tidak berbahaya), munculnya bercak merah seperti darah di bawah kulit secara tiba-tiba dan dalam jumlah banyak dapat menjadi tanda peringatan dini untuk kondisi medis yang memerlukan penanganan segera, seperti:
- Gangguan Trombosit: Penurunan jumlah keping darah (trombositopenia) yang dapat disebabkan oleh infeksi virus seperti Demam Berdarah Dengue (DBD).
- Efek Samping Obat: Penggunaan obat pengencer darah, aspirin, atau kortikosteroid jangka panjang.
- Infeksi Sistemik: Seperti meningitis atau sepsis, yang biasanya disertai demam tinggi dan kekakuan leher.
- Vaskulitis: Peradangan pada pembuluh darah itu sendiri.
Para ahli menyarankan masyarakat untuk segera mencari pertolongan medis jika bercak tersebut muncul bersamaan dengan demam, perdarahan di gusi atau hidung, rasa lemas ekstrem, atau jika bercak menyebar dengan cepat.
Langkah Pencegahan dan Perawatan
Untuk menjaga kesehatan kulit dan pembuluh darah, terutama bagi mereka yang memasuki usia lanjut, disarankan untuk:
- Melindungi kulit dari paparan sinar matahari berlebihan dengan menggunakan tabir surya.
- Menjaga asupan nutrisi, khususnya Vitamin C dan K, yang berperan dalam kesehatan pembuluh darah dan pembekuan darah.
- Melakukan pemeriksaan kesehatan rutin, termasuk cek darah lengkap, terutama jika mengonsumsi obat-obatan jangka panjang.
“Masyarakat tidak perlu panik setiap kali menemukan bercak kecil, namun kesadaran untuk memantau perubahan pada tubuh sangat penting. Diagnosis dini adalah kunci penanganan yang efektif,”
