Dukung Penataan PKL Benteng Rotterdam, Wakil Ketua DPRD Sulsel: Relokasi Disertai Solusi, Bukan Penggusuran


METROMAKASSAR.com – Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dalam menertibkan dan menata kawasan kota, khususnya terkait Pedagang Kaki Lima (PKL), mendapat angin segar dari kalangan legislatif. Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Andi Fauzi Wawo atau yang akrab disapa Uci, menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan penataan PKL di sekitar kawasan strategis seperti Benteng Rotterdam.
Dalam keterangannya pada Senin (22/6/2026) malam, legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Makassar A tersebut menilai langkah yang diambil Pemkot Makassar di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin merupakan upaya penting untuk menghadirkan tata kota yang tertib, nyaman, dan estetis.
Relokasi Humanis, Bukan Penggusuran
Uci menekankan bahwa kebijakan relokasi yang dilakukan pemerintah bukan sekadar penggusuran, melainkan disertai dengan solusi konkret bagi para pedagang. Ia mencontohkan penataan di kawasan Benteng Rotterdam, di mana para pedagang dialihkan ke lokasi baru yang lebih layak, seperti Pasar Kampung Baru.
“Relokasi disertai solusi, diberikan ruang untuk PKL mencari nafkah. Karena itu saya sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi mendukung ketika pemerintah Kota melakukan penataan kota,” jelas Uci.
Menurutnya, pendekatan humanis dengan menyediakan alternatif tempat berdagang yang tertata memastikan aktivitas ekonomi tetap berjalan tanpa mengorbankan kepentingan umum.
Kembalikan Fungsi Trotoar dan Drainase
Ketua DPC PKB Kota Makassar ini juga menyoroti pentingnya mengembalikan fungsi fasilitas umum. Ia menegaskan bahwa trotoar adalah hak pejalan kaki yang tidak boleh diubah fungsinya menjadi area berjualan. Selain itu, pembersihan saluran drainase dari hambatan PKL dinilai krusial untuk mencegah genangan air dan banjir.
“Tujuannya jelas, mengembalikan fungsi fasilitas umum sebagai hak pejalan kaki, serta menjaga estetika tata ruang Kota Makassar,” ujarnya.
Apresiasi atas Keberanian Pemimpin
Uci memberikan apresiasi tinggi terhadap keberanian Wali Kota Makassar dalam menangani isu sensitif ini. Menurutnya, penataan ruang publik merupakan tantangan besar karena bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat, namun langkah ini diperlukan demi manfaat jangka panjang.
“Menurut saya ini luar biasa. Saya sangat salut dan memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada Pak Wali Kota karena berani melakukan ini. Ini bukan pekerjaan mudah, risikonya besar… Tapi, itulah tantangan yang perlu dijalankan,” tegasnya.
Dukungan dari tokoh politik seperti Uci menjadi sinyal positif bagi konsistensi Pemkot Makassar dalam mewujudkan kota metropolitan yang modern, bersih, dan berdaya saing. Pihak PKB Sulsel berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan ini agar implementasinya tetap memperhatikan nasib pedagang kecil sambil mengejar tujuan estetika dan ketertiban kota.
“Kami PKB tetap bersama pak Wali. Tentu, penertiban dilakukan dengan baik dan tetap memperhatikan nasib para pedagang, maka hasilnya akan memberikan manfaat jangka panjang bagi Kota Makassar,” tutup Uci.