Dari Makassar Menuju Puncak Latimojong: OPAB GEMPA Makassar Mulai Ekspedisi “Memandang Indonesia dari Timur”


MAKASSAR, 9 Agustus 2026 – Di tengah heningnya malam, tepat pukul 00.45 WITA, sebuah rombongan kecil namun penuh semangat melepas langkah dari Jl. Matahari, Sungguminasa, Kabupaten Gowa. Mereka adalah Tim Ekspeditor OPAB GEMPA Makassar, yang resmi diberangkatkan untuk memulai petualangan besar di jantung Sulawesi Selatan: Pegunungan Latimojong.
Dengan mengusung tema “Memandang Indonesia dari Timur”, ekspedisi ini bukan sekadar uji nyali mendaki puncak tertinggi di Sulawesi. Lebih dari itu, ini adalah upaya untuk membaca ulang kekayaan alam, budaya, dan bentang sosial masyarakat lokal melalui kacamata para penjelajah.

Menyusuri Jalur Timur yang Menantang
Ekspedisi yang berlangsung pada 8–15 Agustus 2026 ini memilih rute yang jarang dilalui: jalur Timur Pegunungan Latimojong. Tim akan memulai perjalanan dari Kabupaten Luwu, menembus hutan lebat, menghadapi perubahan cuaca ekstrem, dan menyusuri kontur medan yang beragam sebelum tiba di kawasan Enrekang.

“Jalur ini punya karakter sendiri. Ada tantangan keterbatasan sumber air, jalur panjang, dan navigasi yang menuntut ketelitian. Tapi justru di situlah letak keindahannya,” ujar perwakilan tim.
Kesiapan fisik, mental, dan kekompakan tim menjadi kunci utama. Bukan hanya soal siapa yang paling cepat sampai puncak, tapi bagaimana tim bisa saling menjaga, beradaptasi dengan alam, dan meninggalkan jejak yang baik tanpa merusak ekosistem.
Lebih dari Sekadar Pendakian
Bagi OPAB GEMPA Makassar, setiap langkah di atas tanah Latimojong adalah bentuk rasa hormat terhadap alam. Perjalanan ini menjadi ruang untuk mendokumentasikan potensi wisata alam tersembunyi, sekaligus memperkuat narasi bahwa Indonesia Timur memiliki pesona yang tak kalah magis dari wilayah lainnya.
“Kami ingin merekam pengalaman ini bukan hanya sebagai catatan pribadi, tapi sebagai arsip visual dan cerita tentang betapa kaya dan indahnya Sulawesi Selatan jika dilihat dari ketinggian,” tambah tim ekspeditor.

Doa dan Harapan
Sebelum berangkat, seluruh anggota tim melakukan refleksi singkat, menyadari bahwa alam adalah tuan rumah yang harus dihormati. Dengan bekal logistik yang cukup, peralatan navigasi modern, dan semangat gotong royong, mereka yakin dapat menyelesaikan misi ini dengan selamat.
Dari Makassar perjalanan dimulai.
Dari Timur kami melangkah.
Pegunungan Latimojong menjadi ruang untuk membaca Indonesia dari ketinggian.
Selamat jalan, Tim Ekspeditor OPAB GEMPA Makassar! Nantikan dokumentasi lengkap dan cerita-cerita menarik dari balik kabut Latimojong dalam update selanjutnya (bly)
