Ngopi Bareng 11 Pimlur Panakkukang: Bahas Pilah Sampah, Urban Farming, dan Ikrar “Dimana Appi, Kami di Situ”


METROMAKASSAR.com — Tidak ada kursi rapat yang kaku, tidak ada sambutan bertele-tele. Yang ada hanya lingkaran silaturahmi, kopi yang masih mengepul, dan obrolan ringan tapi berisi di Sekretariat Pimpinan Kecamatan Panakkukang.

Hari itu, Pimpinan Kecamatan Panakkukang, H. Abd. Kahar, S.Sos, MM, berkumpul bersama sebelas Pimpinan Kelurahan (Pimlur) dalam agenda silaturahmi dan konsolidasi. Sebelas kelurahan yang hadir: Pampang, Karampuang, Tamamaung, Masale, Karuwisi Utara, Karuwisi, Panaikang, Paropo, Sinrijala, Tello Baru, dan Pandang.
Dunia Baru Bernama Pilah Sampah
Diskusi santai itu tentu saja menyinggung dinamika paling hangat di tengah masyarakat: kewajiban pilah sampah yang berlaku di Makassar sejak 1 Agustus 2026. Sepekan lebih berjalan, warga seolah memasuki “dunia baru” — memilah sampah mulai dari dalam rumah hingga mengemasnya dalam kantong plastik terpisah.
Sebagian warga mengaku kewajiban baru ini terasa berat. Maklum, budaya pilah sampah masih terasa asing, dan kebiasaan bertahun-tahun tentu tak berubah dalam semalam. Di sinilah peran pemerintah dan para pilar masyarakat — kelurahan, kecamatan, RT-RW, hingga tokoh masyarakat — dituntut turun memberi edukasi dan sosialisasi.

“Sementara waktu ini, kita sama-sama mengajak warga tetap mendukung program urban farming dan pilah sampah. Bila perlu, kita turun sebagai pilar di tengah-tengah masyarakat untuk memberikan edukasi dan terlibat langsung di kelurahan masing-masing,” ujar Kahar, yang akrab disapa Pak Aji, sedikit memberi penekanan agar para Pimlur fokus mengawal wilayahnya masing-masing.
“Sebagai Pimpinan Kelurahan, teman-teman tetap menunggu arahan, tetap loyal, dan satu komando,” tambahnya.
Demisioner Hanya Status, Loyalitas Tetap Jalan
Meski kepengurusan telah demisioner, semangat para Pimlur Panakkukang ternyata tidak ikut berakhir. Dalam suasana ngopi yang cair itu, beberapa Pimlur sempat curhat soal dinamika belakangan ini. Namun semuanya bermuara pada satu ikrar yang sulit dibendung:
“Dimana Appi, kami juga di situ.”
Sebuah pernyataan loyalitas kepada Walikota Makassar, Munafri Arifuddin (Appi), yang menegaskan bahwa demisioner hanyalah status administratif — dukungan dan komitmen mengawal program pemerintah kota, termasuk pilah sampah dan urban farming, tetap berjalan.
Ngopi Bulanan: Dari Usulan Jadi Agenda
Pertemuan yang penuh keakraban itu ditutup dengan usulan sederhana namun disambut bulat.
“Harapan kami, Pak Aji, kalau bisa sekali sebulan kita ngopi bareng dan silaturahmi seperti ini,” celetuk Pimlur Kelurahan Pandang, yang langsung diamini oleh Pimlur lainnya.
Sebelum bubar, Pimpinan Kecamatan bersama sebelas Pimlur sempat foto bareng — mengabadikan komitmen bahwa silaturahmi seperti ini akan terus diagendakan. Karena bagi keluarga besar Panakkukang, ngopi bareng bukan sekadar soal kopi, tapi soal menjaga koordinasi, loyalitas, dan semangat mengabur untuk masyarakat.
