HukumMakassar

Tragedi Jukir Liar: Driver Ojol Ditikam di Makassar, Polisi Intensif Buru Pelaku

MAKASSAR — Insiden kekerasan kembali meresahkan masyarakat Kota Makassar. Seorang pengemudi ojek online (ojol) berinisial MAS (29) mengalami luka tusuk setelah terlibat perselisihan dengan oknum juru parkir (jukir) liar di kawasan Jalan Mawas, Kecamatan Mamajang, Sabtu (19/9/2026) malam. Lokasi kejadian berada di area dekat Mal Ratu Indah (MARI).

Cekcok Berujung Darah di Area Parkir

Kronologi bermula ketika korban tiba di lokasi dan berniat untuk parkir. Meski dikabarkan telah memberikan uang sebesar Rp10.000, korban justru tetap diusir oleh oknum jukir tersebut.

Penolakan ini memicu adu mulut antara korban dan pelaku. Situasi kian memanas ketika pelaku memanggil sejumlah rekannya, yang berujung pada tindakan penganiayaan berupa penikaman.

Akibat serangan tersebut, korban harus mendapatkan perawatan medis intensif dengan total 12 jahitan di rumah sakit.

Sementara itu, pelaku diduga kuat melarikan diri dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) sesaat setelah insiden terjadi.

Polisi Sisir Lokasi, Pelaku Masih dalam Pencarian

Kapolsek Mamajang, AKP Tri Husada Wahyu Andromeda, memastikan bahwa kasus ini tengah mendapat penanganan serius.

Tim penyidik telah melakukan penggerebekan ke sejumlah lokasi, termasuk rumah pribadi, rumah orang tua, hingga rumah mertua terduga pelaku, namun hasilnya belum membuahkan hasil.

“Sampai saat ini pelaku masih kita kembangkan. Kami terus mencari dan meminta keterangan saksi-saksi yang ada di TKP untuk memperkuat kronologi dan motif penikaman ini,” ujar Tri Husada, Minggu (20/9/2026).

PD Parkir Kecam Kekerasan, Tegaskan Pelaku Bukan Petugas Resmi

Menanggapi insiden ini, Kepala Bagian Humas Perumda PD Parkir Makassar Raya, Asrul B, menegaskan bahwa lokasi kejadian sejatinya merupakan area parkir resmi yang dikelola atas nama M Jabal Nur.

Namun, oknum yang melakukan penikaman berinisial CL adalah jukir liar atau jukir bantu yang tidak terdaftar secara resmi dalam sistem PD Parkir.

See also  Anomali di Tengah Kemarau, Langit Makassar Diselimuti Awan Hitam dan Turun Gerimis


Asrul menduga keterlibatan jukir bantu tersebut merupakan inisiatif sepihak dari jukir resmi di lokasi. Pihaknya secara tegas mengecam segala bentuk kekerasan dan menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada kepolisian.

“Perumda Parkir Makassar Raya menyampaikan rasa prihatin mendalam kepada korban dan keluarga. Kami mendukung penuh proses hukum yang sedang berjalan,” tegasnya.

Salah Sasaran, Massa Ojol Sempat Geruduk Mapolsek

Insiden ini sempat memicu gelombang kemarahan dari komunitas ojol. Massa sempat berdatangan dan menggeruduk Mapolsek Mamajang di Jalan Lanto Dg Pasewang dengan anggapan pelaku telah ditangkap.

Kanit Reskrim Polsek Mamajang, Iptu Uji Mughni, menjelaskan bahwa terjadi salah sasaran dalam pengepungan tersebut. Pria yang sempat diamankan oleh rekan-rekan korban di lokasi yang sudah kondusif ternyata bukan pelaku penikaman.

“Orang yang diamankan itu memang jukir liar dari area sekitar, tetapi dia tidak mengetahui apa-apa tentang kasus penikaman ini. Kami telah mengklarifikasi hal tersebut kepada massa,” pungkas Uji.

Hingga berita ini diturunkan, Kepolisian Resor Kota Makassar masih terus melakukan pengejaran dan pengembangan kasus untuk segera menangkap pelaku utama dan menegakkan keadilan bagi korban.