DARURAT JUKU EJA! Kalezic Panggil Pasukan Ramang untuk ‘Latihan Neraka’



Baru mengoleksi dua poin dari tiga laga awal, PSM Makassar menghadapi ujian berat di jeda kompetisi. Evaluasi total dilakukan di tengah kabar cedera yang mengintai pemain anyar.
MAKASSAR – Angin kurang sedap tengah menerpa kubu PSM Makassar. Memasuki jeda kompetisi BRI Super League 2026/2027, Pasukan Ramang justru harus menelan pil pahit setelah terdampar di peringkat buncit klasemen sementara.
Dari tiga laga pembuka yang telah dilakoni, Juku Eja belum juga mencicipi manisnya kemenangan.

Ramal dan kawan-kawan baru mengumpulkan dua poin, hasil dari dua kali hasil imbang dan satu kekalahan. Catatan minor ini kembali terulang pada laga terakhir mereka, Sabtu (19/9/2026) sepekan lalu.
Bermain di hadapan publik sendiri di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, PSM harus puas berbagi angka dengan Persita Tangerang lewat skor 2-2.
Menanggapi start yang mengecewakan ini, nahkoda asal Montenegro, Darije Kalezic, tidak tinggal diam.
Memanfaatkan jeda kompetisi, Kalezic langsung menginstruksikan evaluasi menyeluruh terhadap performa tim.
Tak hanya itu, pelatih yang dikenal berdisplin tinggi ini juga telah mengagendakan sesi latihan intensif—yang bisa disebut sebagai ‘latihan neraka’—untuk memacu fisik dan mental Pasukan Ramang agar segera bangkit dari keterpurukan.
Namun, rencana Kalezic untuk meracik ulang kekuatan tim tampaknya tidak sepenuhnya mulus. Kabar kurang menyenangkan datang dari ruang medis.
Pemain anyar yang didatangkan untuk memperkuat sektor sayap, Henhen Herdiana, dikabarkan mengalami cedera ringan.
Cedera ini diderita Henhen saat sesi uji coba internal melawan PSM Makassar U-20 beberapa waktu lalu.
Meski tim utama berhasil menang telak 4-1 atas para junior, euforia tersebut harus sedikit ternoda oleh kondisi fisik Henhen yang kini masih dalam pantauan ketat tim medis.
Alarm Bahaya bagi Pasukan Ramang
Terpuruknya PSM Makassar di klasemen bawah setelah tiga laga bukanlah hal yang wajar bagi tim sebesar mereka.
Berikut adalah beberapa catatan evaluasi dari situasi yang sedang dihadapi Juku Eja
Krisis Efektivitas dan Mentalitas Bertahan
Dua poin dari tiga laga adalah alarm bahaya. Masalah utama PSM saat ini tampaknya bukan hanya pada tumpulnya lini depan, tetapi juga rapuhnya konsentrasi di menit-menit krusial.
Hasil imbang 2-2 melawan Persita di kandang sendiri mengindikasikan adanya masalah pada mentalitas dan manajemen permainan saat memimpin atau menjaga keunggulan.
Kalezic harus bekerja keras membangun kembali mentalitas juara Pasukan Ramang.
Tantangan Integrasi Pemain Baru
Kabar cedera ringan yang dialami Henhen Herdiana menjadi pukulan tambahan bagi Kalezic. Kompetisi BRI Super League yang panjang dan padat menuntut kedalaman skuad (squad depth).
Kalezic perlu segera menemukan formula terbaik untuk merotasi pemain dan memastikan pemain anyar lainnya bisa beradaptasi lebih cepat dengan sistem taktiknya, tanpa harus terlalu bergantung pada satu atau dua nama saja.
Risiko ‘Latihan Neraka’ di Jeda Kompetisi
Memanggil pemain untuk latihan intensif di tengah jeda kompetisi adalah solusi logis untuk memperbaiki fisik dan taktik. Namun, Kalezic harus berhati-hati.
Memforsir pemain yang baru saja menyelesaikan tiga laga padat berisiko memicu cedera otot (muscle injury) baru, terutama bagi pemain yang usianya sudah tidak muda lagi.
Fokus utama saat ini seharusnya adalah mengembalikan kepercayaan diri dan ketajaman taktik di atas lapangan, bukan sekadar menghukum mereka dengan beban fisik yang berlebihan.
Jeda kompetisi ini adalah momentum “cuci otak” bagi PSM Makassar. Fans setia, The Macz Man, kini hanya bisa berharap bahwa evaluasi dan kerja keras selama sepekan ke depan mampu menyulap Juku Eja kembali menjadi momok menakutkan di papan atas ketika kompetisi bergulir kembali.
Jika tidak, tekanan dari suporter dan manajemen akan semakin membesar menuju laga keempat.
