MakassarNasional

Milad 45 BKMT: Aliyah Mustika Ilham Taguhkan Peran Strategis Majelis Taklim

JAKARTA – Wakil Wali Kota Makassar yang juga Ketua Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menghadiri puncak Tasyakur Milad ke-45 BKMT di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Sabtu (26/9/2026).

Kehadirannya di ajang akbar ini membawa pesan penting terkait transformasi peran majelis taklim di era modern.

Sejarah dan Momentum Pemberdayaan Umat

Berdiri sejak 1 Januari 1981 atas prakarsa Almarhumah Prof. Dr. Hj. Tutty Alawiyah, A.S.—mantan Menteri Negara Peranan Wanita—BKMT kini telah menjelma menjadi kekuatan sosial umat yang masif.

Peringatan ulang tahun ke-45 yang mengusung tema “45 Tahun Berkontribusi untuk Negeri, Berdayakan Umat Membangun Indonesia” ini menjadi ajang raksasa yang menyedot lebih dari 20.000 jamaah dari seluruh pelosok Nusantara.

Bagi Aliyah, momentum ini adalah wujud komitmen BKMT Makassar dalam memperkuat ukhuwah Islamiyah dan pemberdayaan masyarakat.

“Milad ke-45 ini menjadi momentum yang sangat baik untuk memperkuat silaturahmi, menyatukan langkah, dan meningkatkan peran majelis taklim dalam memberikan manfaat bagi umat dan masyarakat,” tegasnya di sela acara.

Transformasi Ruang Dakwah dan Sosial

Aliyah menekankan bahwa majelis taklim tidak boleh hanya terjebak pada rutinitas kegiatan keagamaan semata.

Lebih dari itu, ia harus bertransformasi menjadi ruang edukasi keluarga, pusat pemberdayaan perempuan, hingga motor penggerak kepedulian sosial.

“Kita ingin BKMT tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi juga hadir menjawab kebutuhan masyarakat. Semangat berkontribusi untuk negeri harus diwujudkan melalui kegiatan yang nyata, bermanfaat, dan menyentuh langsung kehidupan masyarakat,” imbuhnya.

Ia pun optimistis, energi dari Jakarta ini akan menjadi katalisator bagi pengurus BKMT Makassar untuk terus bergerak di daerah.

Sinergi Segitiga Emas

Sebagai nahkoda BKMT Makassar, Aliyah juga menyoroti urgensi kolaborasi. Keberlanjutan program pemberdayaan umat, menurutnya, sangat bergantung pada sinergi antara pengurus BKMT, pemerintah daerah, dan elemen masyarakat.

See also  Mengubah Fasum dari "Lahan Sengketa" Menjadi "Aset Ekonomi Kreatif" 15 Kecamatan di Kota Makassar

Tanpa kolaborasi yang solid, dampak sosial yang diharapkan akan sulit terwujud secara optimal.

Pesta Rakyat dan Deretan Tokoh Nasional

Rangkaian Milad ke-45 BKMT yang berlangsung pada 23–26 September 2026 ini dikemas sebagai pesta umat.

Selain Tasyakur Milad, agenda nasional ini juga diisi oleh Muktamar X BKMT dan Grand Final BKMT Festival.

Puncak acara di Jakarta ini turut dihadiri oleh deretan tokoh nasional dan pejabat tinggi negara. Di antaranya Anies Baswedan, Menteri Koperasi RI Ferry Joko Yuliantono, Wakil Menteri Luar Negeri RI Anis Matta, serta Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon.

Turut hadir pula Ketua Dewan Pembina PP BKMT Prof. Dr. H. Dailami Firdaus, S.H., LL.M., M.B.A., Ketua Umum PP BKMT Dr. Hj. Syifa Fauzia, M.Arts., belasan kepala/wakil kepala daerah dari berbagai wilayah, serta anggota legislatif yang juga merupakan kader BKMT.

Menutup rangkaian kegiatan bersejarah ini, Aliyah membawa pulang resolusi besar untuk ibu kota Sulawesi Selatan tersebut.

“Dari Jakarta, kita membawa semangat yang sama untuk terus menguatkan BKMT Kota Makassar”.

“Semoga majelis taklim semakin solid, semakin aktif, dan semakin banyak memberikan manfaat bagi umat, khususnya masyarakat Kota Makassar,” pungkasnya.(*)