Usus Buntu Lagi Rame Dibicarakan! Kok Bisa ya Penderita Masih Bisa Traveling ke Luar Negeri?


METROMAKASSAR.COM – Makassar, lagi rame banget nih di medsos soal penyakit usus buntu. Gara-garanya? Selebgram Fahira Almira baru-baru ini buka-bukaan kalau dirinya didiagnosis kena radang usus buntu, dan doi memilih berobat sampai ke Penang, Malaysia. Nah, dari sinilah muncul pertanyaan besar dari warganet: “Lah, kok bisa sih masih bisa naik pesawat ke luar negeri? Kan katanya usus buntu itu sakitnya nggak nahan?” Penasaran kan jawabannya? Yuk, kita bedah bareng-bareng!
Apa yang Dirasakan Tubuh Saat Kena Usus Buntu?
Profesor Ari Fahrial Syam, Guru Besar Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM, menjelaskan bahwa radang usus buntu (apendisitis) itu peradangan yang terjadi di apendiks — organ kecil berbentuk seperti cacing yang nempel di usus besar.

Pasien bisa datang dalam kondisi akut, dan tandanya cukup khas:
- Nyeri yang tiba-tiba di perut kanan bawah
- Nyeri terasa saat ditekan
- Pada kasus yang parah, sakitnya bisa luar biasa sampai bikin pasien sulit bergerak
“Jadi itu bisa pasien datang dalam keadaan akut. Akut itu biasanya ditandai dengan nyeri tertekan di perut kanan bawah, dan bahkan pada pasien yang khas itu, dia merasakan nyeri yang luar biasa,” jelas Prof. Ari, Rabu (12/8), dilansir dari detikhealth
Jangan Sepelekan! Ini Komplikasi yang Bisa Terjadi
Nah, ini yang perlu kamu tahu. Kalau radang usus buntu nggak segera ditangani, bisa terjadi komplikasi serius yang membahayakan nyawa, lho:
- Usus Buntu Pecah (Ruptur)
Ini kondisi paling berbahaya. Kalau apendiks pecah, infeksi bisa menyebar ke seluruh rongga perut. Pasien harus segera dioperasi untuk mengangkat usus buntu dan membersihkan rongga perut. - Terbentuknya Abses (Kantung Nanah)
Usus buntu yang pecah juga bisa membentuk kantung infeksi di dalam perut. Pada beberapa kasus, dokter akan mengeringkan nanah terlebih dahulu, baru kemudian dilakukan operasi pengangkatan usus buntu.

Pesan Penting: Jangan Tunggu Parah!
Kalau kamu atau kerabatmu merasakan gejala khas seperti nyeri perut kanan bawah yang makin lama makin sakit, jangan ditunda-tunda buat ke dokter, ya. Semakin cepat ditangani, semakin kecil risiko komplikasi berbahaya.