Ikhtiar Langit di Tengah Kemarau, Pemkot Makassar Gelar Salat Istisqa Massal di Al-Markaz


Wali Kota Munafri Arifuddin tegaskan ikhtiar spiritual beriringan dengan percepatan distribusi air bersih dan pembangunan 18 SPAM baru.
METROMAKASSAR.COM, Masjid Al-Markaz — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar bersama ribuan masyarakat menggelar Salat Istisqa di halaman Masjid Raya Al-Markaz Al-Islami, Sabtu (5/9/2026).
Kegiatan ini merupakan respons kolektif atas musim kemarau panjang yang mulai memicu krisis air bersih dan pemadaman listrik di sejumlah wilayah Kota Daeng.

Dimulai pukul 07.00 Wita, salat berjamaah ini dipimpin oleh Imam Hasan Basri, dengan khotib Imam Besar Al-Markaz, Muammar Bakry. Suasana khidmat tampak menyelimuti area masjid saat para jamaah memohon curah hujan kepada Allah SWT
Turut hadir dalam kegiatan ini, Ketua TP PKK Kota Makassar Melinda Aksa, Wakil Bupati Soppeng Lutfi Halide, Kabintaljarahdam XIV/Hasanuddin Kolonel Inf. Nofid Arifin, serta sejumlah kepala instansi vertikal dan tokoh masyarakat.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa Salat Istisqa bukan sekadar ritual, melainkan manifestasi penghambaan manusia kepada Sang Pencipta di tengah keterbatasan ikhtiar fisik. Ia mengajak warga untuk menyerahkan segala harapan kepada “Sang Pengatur” alam semesta.
“Kehadiran kita pagi ini adalah bentuk ketundukan kepada Allah SWT. Kita hadir bersama memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa untuk menurunkan hujan,” ujar Munafri di sela kegiatan.

Munafri menyadari bahwa kemarau panjang telah berdampak signifikan pada ketersediaan air bersih dan memicu gangguan kelistrikan. Menanggapi prakiraan BMKG yang memprediksi hujan baru turun pada akhir Oktober, Munafri menekankan bahwa doa adalah ikhtiar terbaik di luar prediksi meteorologi.
“Itu hanyalah perkiraan. Namun, semua ada yang mengatur. Hari ini kita meminta kepada Sang Pengatur. Doa adalah cara terbaik kita menyampaikan kebutuhan ini kepada Allah SWT,” tambahnya.
Penanganan Darurat dan Solusi Jangka Panjang
Di sisi teknis, Pemkot Makassar telah mengambil langkah penanganan kedaruratan. Munafri memastikan pemerintah hadir langsung di tengah masyarakat yang terdampak kekeringan.
Melalui sinergi Dinas Pemadam Kebakaran dan BPBD Kota Makassar, distribusi air bersih terus digelontorkan ke 50 hingga 60 titik rawan setiap harinya.
Selain itu, pemerintah juga melakukan intervensi pada sumber-sumber air tanah yang masih tersedia dengan menyediakan mesin pompa tambahan agar dapat beroperasi optimal melayani kebutuhan warga.
Selain itu, pemerintah juga melakukan intervensi pada sumber-sumber air tanah yang masih tersedia dengan menyediakan mesin pompa tambahan agar dapat beroperasi optimal melayani kebutuhan warga.
“Kami bantu mesin baru agar sumber air yang ada bisa bekerja maksimal melayani warga. Di mana ada sumber air, langsung kita intervensi supaya distribusinya tepat sasaran,” tegas Munafri.
Memperluas Akses Air Bersih Secara Permanen
Untuk solusi infrastruktur jangka panjang, Pemkot Makassar di bawah kepemimpinan Munafri Arifuddin tahun ini menambah pembangunan 18 unit Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) baru di berbagai titik. Langkah strategis ini bertujuan memperluas akses air bersih secara permanen bagi masyarakat Makassar.
“Kita support penuh, baik melalui pembangunan SPAM baru maupun distribusi harian oleh Damkar dan BPBD. Kami akan terus memaksimalkan seluruh potensi air yang ada untuk kebutuhan warga,” pungkas Munafri. (***)

