Sulap Limbah Galon, STIA YAPPI Makassar Berdayakan Warga Bontolangkasa Pangkep



PANGKEP – Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) YAPPI Makassar terus mengukuhkan komitmennya dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Komitmen tersebut kali ini diwujudkan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Strategi Pendampingan Berkelanjutan untuk Pemberdayaan Masyarakat” di Kelurahan Bontolangkasa, Kecamatan Minasate’ne, Kabupaten Pangkep, Rabu (23/9/2026).
Sulap Limbah Galon Menjadi Produk Bernilai Guna
Berbeda dengan penyuluhan konvensional, kegiatan ini langsung menyasar praktik nyata di tengah warga.

Masyarakat diajarkan untuk memanfaatkan limbah rumah tangga, khususnya galon air minum bekas, untuk disulap menjadi tempat sampah yang estetik, rapi, dan fungsional.
Acara yang diikuti sekitar 20 perwakilan warga—meliputi ibu-ibu PKK, pemuda Karang Taruna, dan kader kebersihan—ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kelurahan Bontolangkasa, Bhabinkamtibmas, hingga Babinsa setempat.
Pemilihan metode daur ulang ini didasarkan pada prinsip sederhana, aplikatif, dan mudah direplikasi oleh warga menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan di sekitar lingkungan mereka.
Transfer Pengetahuan Berbasis Partisipasi Warga
Sebelum masuk ke sesi praktik, peserta terlebih dahulu diberikan pemaparan materi seputar konsep pemberdayaan, urgensi partisipasi aktif, serta optimalisasi sumber daya lokal.

Materi ini disampaikan langsung oleh tim dosen STIA YAPPI Makassar yang terdiri atas Mursalin, S.E., M.M., Ambo Masse, S.Sos., M.Si., dan Dr. Nurasia Natsir, M.Hum.
Melalui forum diskusi interaktif, warga diajak membedah berbagai persoalan lingkungan di wilayah mereka.
Pendekatan partisipatif ini bertujuan untuk mengubah pola pikir masyarakat, dari yang semula hanya menjadi objek pembangunan, bertransformasi menjadi subjek dan penggerak utama perubahan di lingkungannya.
Suasana cair dan edukatif semakin terasa saat panitia menyisipkan permainan “sambung lagu” yang memicu antusiasme peserta, sekaligus menjadi sarana ice breaking yang efektif sebelum pembagian hadiah.
Komitmen Pendampingan Jangka Panjang
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STIA YAPPI Makassar, Dr. Nurasia Natsir, M.Hum., menegaskan bahwa program ini dirancang untuk menghindari kesan seremonial belaka.

“Pengabdian kepada masyarakat pada prinsipnya adalah proses pendampingan dan transfer pengetahuan yang harus berdampak nyata”. Ulasnya.
“Kami berharap keterampilan sederhana yang diperoleh hari ini dapat dikembangkan secara mandiri oleh masyarakat, sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan,” tegas Nurasia.
Sebagai wujud komitmen jangka panjang, rangkaian acara ditutup dengan penandatanganan nota kesepahaman dan penyerahan cendera mata antara STIA YAPPI Makassar dan Pemerintah Kelurahan Bontolangkasa.
Langkah ini menjadi fondasi kolaborasi strategis untuk program pelatihan lanjutan, monitoring, dan evaluasi secara berkala.
Wilayah Percontohan,Mandiri,Kreatif dan Berwawasan Lingkungan
Melalui pendekatan yang berkelanjutan, STIA YAPPI Makassar optimistis Kelurahan Bontolangkasa dapat bertransformasi menjadi wilayah mitra percontohan yang mandiri, kreatif, dan berwawasan lingkungan, sekaligus mempertegas peran perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan nyata di tingkat lokal.

