MakassarOlahragaSulsel

FPTI Makassar Matangkan Target 7 Emas Porprov Sulsel XVIII, KONI Kota Beri Dukungan Penuh

MAKASSAR, 19 September 2026 — Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Makassar akhirnya menggelar audiensi strategis dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Makassar, Jumat (18/9) pagi.

Pertemuan yang berlangsung di lantai dua Kantor KONI Makassar ini sempat tertunda beberapa kali akibat padatnya agenda persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang akan segera digelar di Kabupaten Bone dan Kabupaten Wajo.

Pertemuan Strategis Lintas Bidang

Audiensi ini dihadiri oleh jajaran pimpinan KONI Makassar, dipimpin langsung oleh Ketua H. Ismail, S.H., didampingi Sekretaris Umum, Wakil Ketua I A. Mallombasi Hamka, Ketua Bidang Organisasi Nurdin Tajrin, Ketua Bidang Anggaran Amri, serta Kepala Sekretariat.

Sementara itu, delegasi FPTI Kota Makassar diketuai oleh Ketua Harian sekaligus Manager Tim, Anwar R. Nanring, bersama Sekretaris Umum Mustari, Koordinator Bidang Pembinaan dan Prestasi (Bimpres) Nurmansyah, dan Koordinator Bidang Humas Barly RM.

Validasi Atlet dan Target Juara Umum

Dalam pertemuan tersebut, FPTI memaparkan kesiapan menghadapi Porprov XVIII Sulsel yang tinggal menghitung H-50. Anwar R. Nanring menjelaskan progres terkini para atlet, termasuk proses pengajuan validasi keabsahan atlet yang berpotensi membela kabupaten/kota lain.

Selanjutnya, Nurmansyah memaparkan secara detail target ambisius FPTI Makassar, yakni meraih 7 medali emas dan menargetkan gelar Juara Umum dalam ajang bergengsi tersebut.

Evaluasi Latihan dan Penguatan Sarana

Sekretaris FPTI Makassar, Mustari, menyoroti rencana Try Out di Kutai Timur, Sangatta, yang dijadwalkan pada 9–14 Oktober 2026. Kegiatan ini akan menjadi tolak ukur evaluasi atas program latihan 10 bulan dan Training Center (TC) dua bulan terakhir.

Mustari juga mengajukan penguatan proposal FPTI Makassar, yang mencakup pelatihan Juri C.2 tingkat daerah serta pengadaan Auto Belay System untuk menunjang sarana panjat tebing kategori Speed World Record (WR) tahap kedua.

Tidak hanya berfokus pada Porprov, FPTI juga mulai merancang masa depan. Barly RM memaparkan rencana strategis singkat untuk persiapan Open Tournament Piala Walikota Makassar ke-3 Tahun 2027.

Pemaparan ini mencakup linimasa (timeline) pengerjaan yang terstruktur, dimulai dari tahap perencanaan pada tahun 2026 hingga hari pelaksanaan di tahun 2027.

Komitmen Pelayanan Prima dan Efisiensi Birokrasi

Menanggapi paparan tersebut, pihak KONI Makassar menyatakan dukungan penuh. Ketua KONI Makassar, H. Ismail, S.H., menegaskan bahwa pihaknya telah mengaktifkan seluruh fungsi struktur jabatan untuk memangkas hambatan birokrasi.

“Sekarang tidak ada lagi istilah pengurus KONI baru hadir ketika ada kegiatan. Saya telah mengfungsikan seluruh struktur organisasi sesuai dengan Tupoksi (Tugas Pokok dan Fungsi) mereka masing-masing. Bayangkan jika ada cabang olahraga (cabor) yang mengurus proposal, tetapi bidang yang menanganinya tidak hadir, tentu akan menghambat,” tegas Ismail.

Ismail juga menyinggung dinamika administrasi, di mana beberapa cabor kerap mengajukan proposal di menit-menit terakhir (last minute) dan terlambat menyerahkan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ). Ia menekankan bahwa KONI Makassar periode 2025–2030 berkomitmen memberikan pelayanan terbaik.

“Secara ilustrasi, KONI ini ibarat bank. Dananya hanya mampir sesaat, lalu langsung didistribusikan ke cabor. Dalam pencairan dana, kami tentu melihat kelengkapan administrasi dan memberikan prioritas kepada cabor yang memiliki rekam jejak peraih medali terbanyak,” pungkas Ismail.