Makassar

Kebakaran Hebat di Makassar Hanguskan Empat Rumah, Satu Pria Tewas Terjebak Api

METROMAKASSAR.COM, Makassar – Musibah kebakaran melanda kawasan permukiman padat penduduk di Jalan Paccerakkang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Si jago merah melahap empat unit rumah semi permanen dan menewaskan satu orang pria yang terjebak di dalam hunian.

Insiden yang terjadi pada Kamis (20/8) malam tersebut bermula ketika api terdeteksi membumbung dari salah satu rumah petak.

Akibat struktur bangunan yang didominasi material semi permanen dan mudah terbakar, serta hembusan angin pada malam hari, api dengan cepat membesar dan merambat ke tiga rumah di sekitarnya. Kobaran api yang meluas dalam hitungan menit memicu kepanikan warga, menyulitkan upaya penyelamatan aset dan evakuasi mandiri sebelum petugas tiba di lokasi

Merespons kondisi tersebut, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Makassar segera menerjunkan 35 personel gabungan beserta 13 unit mobil pemadam kebakaran. Tim bekerja secara intensif memadamkan api sekaligus melakukan penyisiran di area yang hangus terbakar untuk memastikan tidak ada warga yang tertinggal.

Dari hasil penyisiran pasca-pemadaman, petugas menemukan satu korban jiwa.

“Dari pendataan, empat rumah, satu rumah itu terdiri dari rumah petak-petak kemudian ditemukan ada satu jasad yang meninggal dunia dan jenis kelamin laki-laki,” ungkap Kepala Dinas Damkarmat Makassar, Fadli Wellang, saat dikonfirmasi, Kamis (21/8) malam

Korban meninggal dunia diketahui berinisial YS (41). Pria tersebut diduga terjebak di dalam rumahnya saat api membesar dengan cepat. Selain itu, satu orang wanita juga dievakuasi dalam kondisi pingsan akibat menghirup asap tebal dan mengalami syok, sebelum akhirnya segera mendapat penanganan medis.

Jenazah almarhum YS telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk keperluan visum dan penyerahan kepada pihak keluarga. Sementara itu, korban wanita yang pingsan kini dalam masa pemulihan

Hingga Sabtu (22/8) hari ini, lokasi kebakaran telah diamankan dan proses pembersihan puing sedang dilakukan. Empat keluarga yang kehilangan tempat tinggal saat ini dilaporkan menumpang di rumah kerabat sembari menunggu pendataan lebih lanjut dari pihak kelurahan dan dinas sosial untuk mendapatkan bantuan tanggap darurat.

Insiden ini kembali menjadi peringatan bagi masyarakat, khususnya yang menempati hunian semi permanen di kawasan padat, untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kebakaran, terutama terkait keamanan instalasi listrik dan sumber api lainnya.