Makassar

Tokoh Pemuda Kompak Dorong Akil Pimpin KNPI Makassar 2027

MAKASSAR – Atmosfer politik kepemudaan di Kota Daeng mulai menghangat, meski perhelatan Musyawarah Kota (Muskot) KNPI Makassar baru akan digelar pada 2027 mendatang.

Dinamika tersebut mulai terasa dalam sebuah diskusi santai yang berlangsung di salah satu kafe di Makassar, Minggu (26/4/2026). Di tengah suasana hangat perbincangan, sejumlah tokoh pemuda dan aktivis lintas organisasi terlihat membahas arah kepemimpinan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) ke depan.

Dalam forum “meja kopi” itu, nama Akil Putra Udayana, yang akrab disapa Akil, mencuat sebagai figur yang dinilai paling potensial untuk memimpin DPD KNPI Kota Makassar periode 2027–2030.

Kesepakatan tersebut muncul secara organik dari diskusi yang awalnya berlangsung santai, namun kemudian mengerucut pada kebutuhan akan sosok pemimpin yang mampu menyatukan berbagai elemen kepemudaan di Makassar.

Salah satu tokoh pemuda yang hadir, Ardi Lunrang, menilai Akil memiliki tingkat penerimaan yang tinggi di berbagai kalangan.

“Makassar butuh figur yang punya acceptance tinggi di semua kelompok. Akil punya itu. Ia bukan hanya muda, tapi juga memiliki integritas dan jejaring luas untuk mengembalikan KNPI ke khitahnya sebagai laboratorium pemimpin,” ujar Ardi.

Dukungan terhadap Akil bukan tanpa alasan. Sejumlah tokoh yang hadir mengemukakan beberapa pertimbangan utama.

Pertama, Akil dinilai mampu menjembatani beragam latar belakang Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) di Makassar.

Kedua, ia dianggap memiliki gagasan segar dalam mendorong pemuda agar lebih adaptif terhadap perkembangan ekonomi kreatif dan tantangan era digital.

Ketiga, rekam jejaknya dalam berbagai aktivitas sosial dan kepemudaan menjadi indikator kuat atas kapasitas kepemimpinan dan manajerial yang dimilikinya.

Diketahui, saat ini DPD KNPI Kota Makassar periode 2024–2027 dipimpin oleh Baso Muhammad Ikram.

Meskipun Muskot masih terbilang cukup jauh, namun dinamika awal ini menunjukkan bahwa kontestasi kepemimpinan pemuda di Makassar mulai bergerak sejak dini. Dukungan terhadap figur tertentu pun diprediksi akan terus berkembang seiring waktu.(*)