Makassar

Tragedi Pelukan Terakhir di Tanjung Alang: Nenek dan Cucu Tak Sempat Menyelamatkan Diri dari Cengkeraman Api

METROMAKASSAR.com, MakassarMalam Kamis (23/7/2026) seharusnya menjadi waktu beristirahat bagi warga setelah seharian beraktivitas. Namun, teriakan panik tiba-tiba memecah keheningan di kawasan pemukiman padat Jalan Tanjung Alang, Kecamatan Mamajang. Si jago merah mengamuk, dan dalam hitungan menit, mengubah malam biasa menjadi mimpi buruk yang merenggut dua nyawa berharga.

Kebakaran yang melahap dua unit rumah sekitar pukul 19.30 WITA ini menyisakan duka yang tak terhingga. Di balik puing-puing yang hangus, tim evakuasi menemukan fakta memilukan: dua korban jiwa yang tewas dalam musibah ini adalah sepasang nenek dan cucu.

Keduanya dikabarkan tak sempat menyelamatkan diri saat api membesar dengan cepat, diperparah oleh asap pekat yang menutupi jalur evakuasi di tengah rapatnya bangunan pemukiman.

Detik-Detik Evakuasi yang Berujung Duka

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Makassar, Andi Wellang, yang langsung turun ke lapangan mengonfirmasi tragedi tersebut dengan nada duka.

”Betul, ada dua korban jiwa dalam musibah kebakaran di Jalan Tanjung Alang malam ini. Keduanya adalah nenek dan cucu,” ungkap Andi Wellang di sela-sela proses pendinginan lokasi.

Jasad kedua korban yang terjebak di dalam rumah berhasil dievakuasi oleh tim Damkarmat yang harus berjuang menembus kepulan asap tebal. Keduanya kemudian langsung dilarangkan ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk proses autopsi dan penanganan medis lebih lanjut, meninggalkan tangis histeris keluarga yang ditinggalkan.

Pemukiman Padat Jadi Ancaman Mematikan

Insiden ini kembali menjadi tamparan keras mengenai kerentanan pemukiman padat di Kota Makassar. Rapatnya jarak antar rumah membuat api dengan mudah melompat dan membesar, menyulitkan warga untuk menyelamatkan harta benda, apalagi nyawa.

Puluan personel dan armada pemadam yang dikerahkan ke lokasi harus bekerja ekstra keras. Fokus utama petugas bukan hanya memadamkan api, tetapi mencegah si jago merah merembet ke puluhan rumah lain yang berada di jarak hanya beberapa meter dari titik api.

Hingga berita ini diturunkan, api telah berhasil dikuasai. Petugas kini masih menyisir puing-puing, melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara tersembunyi yang siap menyala kembali.

Menanti Jawaban dari Puing-Puing

Hingga saat ini, pihak Damkarmat masih belum dapat memastikan apa yang memicu api berkobar di waktu yang rawan tersebut. Andi Wellang menegaskan bahwa penyebab pasti kebakaran kini berada di tangan kepolisian.

”Untuk penyebab pasti kebakaran, kami masih menunggu hasil penyelidikan resmi dan olah TKP dari tim Kepolisian,” tutupnya.

Akses menuju Jalan Tanjung Alang saat ini masih ditutup dan dipadati oleh warga yang syok serta petugas gabungan. Duka mendalam masih menyelimuti warga Tanjung Alang, yang malam ini harus kehilangan dua orang tercinta dalam pelukan api yang tak kenal ampun.