Kebakaran Asrama TNI Mattoanging Makassar: 35 Rumah Hangus, 2 Luka


METROMAKASSAR.COM, Makassar – Kebakaran kembali melanda Kota Makassar, kali ini menghanguskan puluhan hunian di kawasan Asrama TNI Mattoanging, Jalan Opu Daeng Risaju-Pajongan Deng Ngalle.
Si jago merah yang muncul pada siang hari tersebut berhasil melahap 35 unit rumah dan menyebabkan dua orang mengalami luka-luka.

Insiden ini bermula sekitar pukul 13.41 Wita. Melihat asap tebal dan kobaran api, laporan segera diteruskan ke pusat komando.
Respons gabungan pun langsung dilakukan oleh personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Makassar, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, serta dibantu oleh antusiasme warga sekitar yang bergotong-royong mencegah api merembet.
Kepala Dinas Damkar Makassar, Fadli Wellang, yang memantau langsung di lokasi menyatakan bahwa timnya tiba dan langsung melakukan aksi pemadaman. Proses penjinaan api berlangsung selama kurang lebih 1 jam 20 menit.
“Laporan masuk ke Mako pada pukul 13.41 Wita saat api sudah mulai membesar. Berkat kerja keras tim gabungan, pemadaman berlangsung sekitar 1 jam 20 menit. Data terbaru kami mencatat ada 35 rumah yang terbakar dan terdampak,” ujar Fadli Wellang kepada wartawan di lokasi kejadian.
Kendala Jalan Sempit dan Angin Kencang
Operasi pemadaman tidak berjalan mulus. Fadli mengungkapkan bahwa tim di lapangan menghadapi sejumlah kendala signifikan.

Akses jalan menuju lokasi yang relatif sempit menyulitkan manuver armada besar, sementara kondisi cuaca yang tidak mendukung justru memperburuk keadaan
“Kendala utama adalah akses jalan yang cukup kecil, ditambah dengan hembusan angin yang sangat kencang saat pemadaman berlangsung. Faktor angin inilah yang mempercepat proses penyebaran api ke rumah-rumah di sekitarnya,” jelasnya.
Untuk mengatasi situasi genting tersebut, Damkarmat mengerahkan kekuatan maksimal, yakni sebanyak 26 unit armada yang terdiri dari 25 mobil pemadam kebakaran dan 1 unit kendaraan rescue.
Total ada sekitar 78 personel yang diterjunkan untuk memadamkan api dan melakukan evakuasi.
Dua Korban Luka, Nihil Korban Jiwa
Meskipun kerugian materi cukup besar, Kepala BPBD Makassar, Fadli Tahar, memastikan bahwa tidak ada korban meninggal dunia dalam insiden ini. Namun, dua orang dilaporkan mengalami luka dan langsung mendapatkan penanganan medis darurat.
“Satu korban laki-laki mengalami sesak napas akibat menghirup asap dan telah dirujuk ke RS Bhayangkara oleh tim BPBD Makassar. Sementara itu, satu korban laki-laki lainnya mengalami luka robek di bagian dahi dan langsung dirujuk ke RS Labuang Baji untuk mendapatkan perawatan,” terang Fadli Tahar dalam keterangannya.
Penyebab Masih Selidiki, Dugaan Sementara Terkait Listrik
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam tahap penyelidikan mendalam oleh pihak berwenang bersama tim forensik.

Namun, Fadli Wellang memberikan petunjuk awal bahwa insiden ini terjadi tak lama setelah wilayah tersebut mengalami pemadaman listrik.
“Penyebab sementara masih kami selidiki. Informasi dari lapangan menyebutkan bahwa tadi sempat terjadi mati lampu, kemudian listrik menyala kembali, dan tak lama setelah itu kebakaran terjadi. Kami akan mendalami hal ini lebih lanjut,” pungkasnya.
Saat ini, tim gabungan masih melakukan proses cooling down (pendinginan) di lokasi untuk memastikan tidak ada api yang menyala kembali, sekaligus mendata kerugian secara rinci untuk proses bantuan dan pemulihan bagi para korban.
