Antrean BBM Mengular di Makassar, Warga Serbu SPBU hingga Pertamini


METROMAKASSAR.COM, 10 September 2026 — Pemandangan antrean panjang kendaraan bermotor kembali mewarnai sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Makassar hingga Kamis malam.
Di sekitar Jalan Abdul Kadir, salah satu SPBU terpaksa menutup operasional sejak sore hari setelah stok bahan bakar minyak (BBM) habis terjual. Kendati demikian, barisan kendaraan yang mengular tak kunjung surut.
Di sisi seberang jalan, tepatnya di jalur menuju Jalan Dangko, ratusan sepeda motor tampak berbaris rapi dengan sabar menanti giliran mengisi tangki.
Fenomena serupa juga merembet hingga ke arah Jalan Daeng Tata, menjadikan kawasan tersebut salah satu titik terparah.
Antrean yang memakan bahu jalan ini memicu kemacetan lalu lintas berskala besar dan mengganggu arus transportasi warga.
Kondisi ini dilaporkan telah berlangsung selama beberapa hari terakhir. Hingga kini, belum ada klarifikasi resmi.
Keresahan warga semakin membuncah seiring rentetan masalah lain, termasuk pemadaman listrik bergilir yang sempat melanda sejumlah wilayah.
Pertamina: Bukan Kelangkaan, Melainkan Panic Buying
Pihak PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menegaskan bahwa situasi ini bukan disebabkan oleh kelangkaan pasokan BBM.
Menurut mereka, pemicu utamanya adalah fenomena panic buying di tengah ketidakpastian yang dirasakan masyarakat.
Sebagai langkah konkret, Pertamina telah mendeteksi adanya indikasi transaksi tidak wajar berupa pengisian berulang oleh oknum pelangsir.
Akibatnya, lebih dari 4.700 hingga 6.000 kode QR Subsidi Tepat di wilayah Sulawesi telah diblokir untuk mencegah penyalahgunaan.
Polda Sulsel Usut Dugaan Mafia Migas
Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan saat ini tengah melakukan investigasi mendalam terhadap dugaan keberadaan mafia migas dan praktik penimbunan BBM bersubsidi.
Penyelidikan ini diharapkan mampu mengungkap mata rantai distribusi ilegal yang merugikan masyarakat.
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Didik Supranoto mengatakan telah memerintahkan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) untuk berkoordinasi dengan Pertamina dan pengelola SPBU.
Koordinasi tersebut dilakukan untuk mengusut dugaan adanya mafia BBM yang disebut menyebabkan kelangkaan di sejumlah wilayah.
Anggota DPRD Kota Makassar, Muchlis Misbah, secara terbuka mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas rantai distribusi solar dan pertalite.
Menurutnya, pasokan kuota resmi untuk Makassar sejatinya dinilai mencukupi. “DPRD menuntut transparansi penuh agar hak masyarakat kecil tidak dirampas oleh oknum penimbun,” tegasnya.
Gubernur Sulsel Turun Tangan, Satgas BBM Dibentuk
Merespons eskalasi situasi, Gubernur Sulawesi Selatan telah meninjau langsung sejumlah titik kemacetan di sekitar SPBU.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama TNI, Polri, dan Pertamina secara resmi membentuk Satuan Tugas (Satgas) BBM guna memperketat pengawasan di lapangan.
Satgas ini ditugaskan untuk menyapu bersih para pelangsir dan memastikan distribusi BBM bersubsidi tepat sasaran.
Hingga berita ini diturunkan, antrean di sejumlah titik masih berlangsung. Warga diimbau untuk tidak melakukan pembelian berlebihan dan menunggu informasi resmi dari pihak berwenang.
