Klarifikasi Ketua KONI Makassar: Dana Hibah Rp15 Miliar Lewat Jalur Resmi APBD, Siap Buka Buku untuk Audit



METROMAKASSAR.com, Makassar – Di tengah beredarnya sejumlah spekulasi di ruang publik, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Makassar, Ismail, tampil memberikan klarifikasi tegas terkait alokasi dana hibah sebesar Rp15 miliar dalam APBD Perubahan Tahun Anggaran 2025.
Ia menegaskan bahwa setiap rupiah dari anggaran tersebut mengalir melalui koridor hukum yang ketat, bukan hasil keputusan sepihak atau “jalur belakang”.
Menurut Ismail, proses penganggaran ini telah melewati saringan birokrasi yang panjang. Dana hibah tersebut dibahas secara terbuka dalam Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) bersama DPRD Kota Makassar sebelum akhirnya ditetapkan menjadi Peraturan Daerah.
Karena itu, ia meminta masyarakat untuk tidak menyederhanakan isu ini dengan mengaitkannya secara personal kepada Wali Kota Makassar.
“Ini adalah mekanisme kelembagaan, bukan keputusan individu. Seluruh tahapan telah mengikuti prosedur baku pengelolaan keuangan daerah,” ujar Ismail saat dikonfirmasi, Sabtu (18/7/2026).
Bukan Uang Saku Pengurus
Merespons kekhawatiran sebagian pihak bahwa dana besar tersebut hanya akan dinikmati oleh segelintir pengurus, Ismail membantah keras anggapan tersebut. Ia membeberkan peta penggunaan dana yang sepenuhnya berorientasi pada prestasi.
Anggaran ini dialokasikan untuk pembinaan atlet dan pelatih, dukungan bagi cabang olahraga, penyelenggaraan kejuaraan resmi, hingga program penjejakan bakat usia dini.”Tujuan utamanya satu:
mendongkrak prestasi olahraga Kota Makassar. Fasilitas latihan juga akan ditingkatkan agar atlet kita punya standar kompetisi yang layak,” jelasnya.
Siap Dibedah Inspektorat
Untuk menjamin akuntabilitas, KONI Kota Makassar berkomitmen mengelola dana tersebut berdasarkan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD). Ismail memastikan bahwa seluruh arus kas akan dicatat secara transparan dan dilaporkan secara berkala kepada Pemkot Makassar.
Lebih jauh, ia menyatakan kesiapan penuh jika ada pemeriksaan dari Inspektorat maupun lembaga audit eksternal.
“Kami siap membuka buku. Semua tercatat, semua bisa dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Ismail juga mengajak masyarakat untuk bersikap kritis namun objektif. Ia menerima kritik yang berbasis data, namun menolak keras narasi yang dibangun di atas spekulasi tanpa bukti.
Baginya, fokus utama KONI saat ini tetaplah pada lapangan hijau dan arena pertandingan: membina atlet dan menghadirkan tata kelola organisasi yang profesional.
Dengan keterbukaan ini, KONI Kota Makassar berharap isu liar dapat segera mereda, sehingga energi seluruh pemangku kepentingan bisa kembali difokuskan pada upaya mengharumkan nama daerah melalui prestasi olahraga. (**)
