Suara ‘Bannang Eja’ Telah Redup: Maestro Musik Makassar Murtini Suharto Tutup Usia


metromakassar.com, MAKASSAR – Kabar duka menyelimuti dunia seni dan budaya Sulawesi Selatan. Murtini Suharto, penyanyi legendaris musik daerah Makassar yang lebih akrab disapa Daeng Te’ne, telah berpulang ke rahmatullah. Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi khazanah seni suara tanah Bugis-Makassar.
Berpulang di Siang Hari
Innalillahi wa innailahi rajiun. Berdasarkan informasi yang dihimpun, sang maestro mengembuskan napas terakhirnya pada hari ini, Rabu, 16 September 2026, tepat pukul 12.30 WITA.
Kepergian Daeng Te’ne meninggalkan duka yang mendalam, tidak hanya bagi keluarga yang ditinggalkan, tetapi juga bagi ribuan pencinta seni musik daerah yang telah ditemani oleh pita suara emasnya selama puluhan tahun

Mengenang Sang Pilar Era Kejayaan Kaset Pita
Nama Murtini Suharto tercatat dengan tinta emas sebagai salah satu ikon utama musik daerah pada masa kejayaan industri kaset pita di era 1980-an.
Bersama musisi-musisi hebat sezamannya, ia berperan sebagai pilar penting yang sukses mempopulerkan identitas budaya lokal hingga ke pelosok negeri.
Dikenal luas sebagai maestro yang piawai melestarikan lagu-lagu berbahasa Makassar dan Bugis, Daeng Te’ne memiliki ciri khas vokal yang khas dan penuh penghayatan. Namanya semakin melambung dan tak terpisahkan dari lagu legendaris Bannang Eja (Benang Merah).
Tak hanya itu, repertoar hitsnya seperti Ta’kontua Minne Mae dan Pamodea—yang dibawakan dengan sentuhan langgam keroncong Makassar—turut memperkaya warna musik tradisional Nusantara.
Warisan Abadi Lintas Generasi
Meski era kaset pita telah lama berganti, dedikasi Daeng Te’ne dalam melestarikan seni suara daerah tak pernah pudar.
Karya-karya monumentalnya terbukti tak lekang oleh waktu. Hingga hari ini, rekaman-rekaman lawasnya masih kerap diputar dan dinikmati dalam berbagai momen kebudayaan, serta terus menjadi soundtrack kehidupan bagi lintas generasi.
Meski raga telah tiada, warisan budaya dan melodi yang ia tinggalkan akan terus hidup abadi di hati masyarakat. Selamat jalan, Daeng Te’ne. Suaramu akan selalu menjadi kenangan
