Geledah Kantor Disdik Sulsel, Kejati Dalami Dugaan Korupsi Proyek ‘Smart Library’ Senilai Rp13 Miliar

METROMAKASSAR.com – Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sulawesi Selatan kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, kantor instansi tersebut digeledah oleh Tim Penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan, Rabu (17/6/2026).
Penggeledahan berlangsung di Kantor Disdik Sulsel, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Tamalanrea, Makassar. Aksi ini terjadi di tengah polemik pengunduran diri massal 326 kepala sekolah SMA dan SMK negeri di wilayah tersebut.
Fokus Penyelidikan: Proyek Perpustakaan Digital 2022-2023
Langkah penyidikan ini merupakan bagian dari pendalaman kasus dugaan korupsi pada proyek pengadaan Perpustakaan Digital atau Smart Library untuk tahun anggaran 2022 dan 2023. Aktivitas pemeriksaan dipusatkan di Bidang Sekolah Menengah Atas (SMA), di mana sejumlah penyidik terlihat memeriksa berbagai dokumen penting.

Informasi mengenai penggeledahan ini awalnya dilaporkan oleh Tribun Timur, sebelum kemudian dikonfirmasi langsung oleh pihak kejaksaan. Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulsel, Soetarmi, membenarkan adanya tindakan tersebut. “Iya betul, ada penggeledahan,” ujar Soetarmi secara singkat.
Selama proses berlangsung, keamanan lokasi dijaga ketat oleh petugas kepolisian dan TNI. Hingga berita ini diturunkan, aktivitas penyidik masih berlangsung di dalam kompleks kantor dinas.
Puluhan Kepala Sekolah & Eks Kadis Dimintai Keterangan
Sebelum menggeledah kantor dinas, penyidik telah memeriksa puluhan kepala sekolah SMA negeri di Sulawesi Selatan sebagai saksi. Pemeriksaan juga menyasar mantan Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Setiawan Aswad.
Para saksi dimintai keterangan terkait seluruh alur proyek, mulai dari tahap perencanaan, pengadaan barang, distribusi, hingga pemanfaatan fasilitas Smart Library di sekolah-sekolah penerima.
“Sejauh ini sudah puluhan kepala sekolah diperiksa sebagai saksi terkait dugaan korupsi proyek perpustakaan digital (Smart Library) tahun anggaran 2022–2023. Namun, jumlah pastinya kami belum dapat sampaikan,” jelas Soetarmi.
Anggaran Jumbo Rp13 Miliar untuk 123 Sekolah
Proyek Smart Library diperuntukkan bagi 123 SMA negeri di seluruh Sulawesi Selatan dengan total nilai mencapai lebih dari Rp13 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sulsel.
Rincian anggaran menunjukkan bahwa pada tahun 2022, pemerintah mengalokasikan dana sebesar lebih dari Rp3,4 miliar. Tahun berikutnya, pada 2023, anggaran kembali dikucurkan dalam jumlah lebih besar, yakni lebih dari Rp9 miliar.
Dalam penyelidikan sementara, penyidik menemukan indikasi bahwa sejumlah sekolah belum memanfaatkan fasilitas perpustakaan digital tersebut secara optimal. Temuan inilah yang menjadi salah satu fokus pendalaman Kejati untuk memastikan kesesuaian antara realisasi anggaran, spesifikasi barang yang diadakan, serta manfaat nyata program bagi siswa.
Status Masih Tahap Penyelidikan
Hingga saat ini, Kejati Sulsel belum menetapkan siapa pun sebagai tersangka. Status perkara masih berada pada tahap penyelidikan. Pihak kejaksaan terus mengumpulkan bukti-bukti awal untuk memperkuat dasar hukum sebelum menentukan langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan penahanan atau penetapan tersangka jika ditemukan unsur pidana yang cukup kuat.
Publik kini menunggu transparansi hasil penyelidikan ini, mengingat besarnya anggaran negara yang terlibat dan dampaknya terhadap kualitas pendidikan di Sulawesi Selatan. (*)